2020-05-14

Asah Kemampuan Peneliti sebagai Agent of Change Inovasi Pertanian Indonesia

BBP2TP
...

Work From Home bukan satu alasan yang membuat ASN Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) terhambat dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Tentu kemampuan tersebut perlu terus ditingkatkan sebagai senjata untuk berperan aktif memajukan bangsa.

Selasa (12/05/2020) melalui video conference, BBP2TP mengadakan Workshop Cara Cerdas Akses E-Resources Informasi Pertanian yang kedua kalinya ditujukan bagi peningkatan Kinerja Peneliti. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BBP2TP, Kepala Bidang KSPHP, serta Kepala Bidang Tata Usaha. Tak hanya peneliti di BBP2TP, peserta juga datang dari BPTP Jawa Barat, BPTP DKI Jakarta, BPTP DI Yogyakarta, BPTP Banten, BPTP Maluku, dan BPTP Maluku Utara dengan jumlah mencapai 100 orang peserta. Sebelumnya sudah dilakukan untuk peneliti wilayah Sumatera.

Kepala BBP2TP, Dr. Muhammad Taufiq Ratule, dalam arahannya menegaskan tidak ada perbedaan penyuluh dan peneliti. Keduanya disebutnya merupakan ujung tombak bagi BPTP yang diharapkan memberikan kontribusi terbaik bagi instansinya. Sesaui SK Kepala Balitbangtan, di BPTP termasuk induknya BBP2TP, hanya ada kelompok peneliti dan penyuluh.

Raule juga menyebutkan Tantangan peneliti dari waktu ke waktu yang semakin berat. Persyaratan semakin ketat. Berbagai peraturan dibuat agar peneliti ke depan dapat lebih berkualitas.

‘“Kualitas penelitian juga harus lebih bagus lagi, diharapkan peneliti-peneliti lebih profesional,berkualitas dan kreatif,” harap Taufiq.

Ratule juga mengumkapkan bahwa peneliti yg kompeten, fasilitas dan anggaran yang bagus, sumber informasi yang bagus, koneksi internet yang baik dapat mendukung alur penelitian kita bisa dilaksanakan. Penelitian yang daat didesign dnegan bagus, ditulis dengan mudah dengan kases informasi yang kualifed Dengan tetap memperhatikan bahwa bptp harus memenuhi adopsi inovasi teknologi spesifilk lokasi .

Kemajuan suatu bangsa salah satunya tercermin dari kualitas risetnya. BBP2TP sebagai salah satu institusi yang berada di bawah Badan Litbang Pertanian diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi khususnya dalam bidang pertanian.

Untuk mencetak para peneliti yang mumpuni dibidangnya masing-masing, dihadirkan beberapa narasumber yang kompeten. Diantaranya Kepala Pustaka, Dr. Retno Mulyandari yang memaparkan pentingnya sinergi lintas profesi untuk percepatan transformasi dan literasi pengetahuan pertanian. Dalam pemaparannya ditekankan bahwa untuk memfasilitasi kebutuhan literasi peneliti, Pustaka telah berlangganan Science Direct yang diharapkan dapat dipergunakan dengan maksimal oleh para peneliti.

Selain itu, hadir pula Dr. Johan Jang dari Elsevier yang menjelaskan materi Akses Database Science Direct. Melalui Science Direct, peneliti dapat mencari referensi yang sesuai sebagai bahan karya tulis ilmiah dari seluruh dunia. Dengan memahami materi ini, peneliti nantinya dapat mencari referensi dengan berbagai topic yang diinginkan dengan cara yang cukup mudah. Selain itu, peneliti juga bisa menemukan jurnal internasional yang sesuai untuk menerbitkan tulisan yang sedang dibuat.

Johan juga mengungkapkan, dari bulan Maret hingga bulan April 2020, pengunjung Science Direct dari Kementerian Pertanian (Kementan) mencapai lebih kurang 17.000 orang. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar di Indonesia. Ini menandakan animo ASN Kementan, khususnya peneliti sangat tinggi terkait kebutuhan referensi dalam menunjang tusi fungsional peneliti.

Manfaat jangka panjang dari workshop ini tentunya adalah meningkatnya kemampuan riset negara Indonesia, sehingga dapat menyelesaikan segala permasalahan khususnya di bidang pertanian yang dihadapi berdasarkan kemajuan penelitian dan diseminasi teknologi. (/EPA)

Sub Sektor : Lain-Lain
Komoditas : Lain-Lain
Teknologi yang Digunakan :
http://bbp2tp.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/berita-aktual/1368-asah-kemampuan-peneliti-sebagai-agent-of-change-inovasi-pertanian-indonesia